Pelatihan Kejurulatihan Anjuran Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) Sarawak Di Bilik Seminar Kuching


Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) Sarawak telah mengadakan satu siri Bengkel Latihan Kejurulatihan di Bilik Seminar Kuching selama dua hari. Ramai trainer yang mendapat manfaat daripada bengkel yang diadakan ini.

Para trainer yang telah dilatih pula akan menyampaikan ilmu baru yang mereka perolehi ini kepada bakal pelajar mereka nanti.

ilmu yang bermanfaat itu adalah

ilmu yang di ajarkan kepada orang lain

ilmu yang diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari

ilmu yang membuat pemiliknya semakin merunduk ketika ilmunya semakin bertambah

Ibnu Rajab menyebutkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah yang menunjukkan pada dua hal, yaitu1,2 :

Pertama, Ilmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, serta (berusaha) memahami kandungan maknanya

Kedua, mengetahui segala apa yang diridhai dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya berupa keyakinan, perbuatan yang lahir dan bathin serta ucapan. Disini, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk (dan menetap) ke dalam relung hati (manusia), yang kemudian melahirkan rasa tenang, takut, tunduk, merendahkan dan mengakui kelemahan diri di hadapan Allah Ta’ala.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah mengatakan, “Ilmu adalah apa yang dibangun di atas dalil, dan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibawa oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang ada ilmu yang tidak berasal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tetapi dalam urusan duniawi, seperti ilmu kedokteran, ilmu hitung, ilmu pertanian, dan ilmu perdagangan.”

Lawannya adalah ilmu yang tidak bermanfaat.

Nabi Muhammad SAW selalu berlindung dari empat perkara, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, dan jiwa yang tidak pernah merasa puas.

[HR. Nasa’i : 5347]

error: Content is protected !!